Adelia Ratnadita - detikHealth
Jakarta, Masalah memori dan gangguan lain sering menyertai pengobatan kemoterapi untuk kanker payudara. Ada kontroversi mengenai penyebab menurunnya memori, apakah penyakit itu sendiri, obat blokade hormon atau kemoterapi yang menyebabkan menurunnya memori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah otak yang terlibat dalam perencanaan, perhatian dan kinerja memori menurun pada pasien kanker payudara yang telah menjalani kemoterapi dibandingkan pada pasien kanker payudara yang tidak menjalani kemoterapi.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Archives of Neurology edisi bulan November 2011. "Hasil penelitian tersebut penting untuk menemukan cara mengelola efek samping kemoterapi," kata peneliti Shelli Kesler seperti dilansir dari MSNHealth, Selasa (15/11/2011).
Tapi menurut Michelle Janelsins dari James P Wilmot Cancer Center di University of Rochester Medical Center, Rochester, New York, banyak wanita mengeluh mengenai masalah tersebut. Tetapi ketika dilakukan tes, kemudian hasilnya termasuk dalam rentang normal pada tes subyektif.
"Hal tersebut akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi sehingga dapat mengembangkan pendekatan manajemen yang lebih baik," jelas Janelsins.
Otak kemo adalah masalah neurologis dan kognitif yang paling sering dilaporkan pada pasien kanker payudara yang telah menerima kemoterapi. Banyak penelitian yang telah dikhususkan untuk otak kemo, tetapi belum ditemukan cara yang dapat meringankan kondisi tersebut.
Para peneliti membandingkan hasil dari pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) yang dilakukan pada 25 wanita dengan kanker payudara yang telah menerima kemoterapi, 19 wanita dengan kanker payudara yang tidak menjalani kemoterapi, dan 18 wanita sehat.
"Para wanita tersebut melakukan tugas menyortir kartu yang dirancang untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah dan juga melaporkan persepsi mereka sendiri dari kemampuan kognitif mereka. Wanita dengan kanker payudara, baik yang telah menjalani kemoterapi ataupun yang belum, menunjukkan berkurangnya aktivitas di dua daerah dari korteks prefrontal. Salah satu daerah dari korteks prefrontal sangat terlibat dalam memori," kata para peneliti.
Kelompok yang tidak menjalani kemoterapi memang menunjukkan beberapa perubahan otak, tetapi kinerja aktual dari tugas-tugas kognitif tidak terganggu. Kelompok yang telah menjalani kemoterapi juga telah berkurang aktivitas pada korteks prefrontal dan cenderung untuk mengulangi kesalahan dan menyelesaikan tugas-tugas lebih lambat dibandingkan dengan kedua kelompok lainnya. Semakin buruk penyakit, semakin rendah aktivitas pada korteks prefrontal.
Ada beberapa hipotesis mengenai mengapa kemoterapi dapat menyebabkan masalah tersebut. Salah satunya adalah bahwa kemoterapi merupakan racun bagi sel-sel induk saraf.
Selain itu, bahwa kemoterapi meningkatkan jumlah peradangan dalam tubuh, yang kemudian masuk ke otak, serta kemoterapi juga menyebabkan kerusakan DNA. Terapi hormon juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif. Variasi individu dalam kadar estrogen mungkin telah mempengaruhi hasil penelitian.
Meskipun hasil penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara fungsi otak dan kemoterapi, tetapi hal itu tidak membuktikan hubungan sebab akibat.
(ir/ir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar